Postingan

Menampilkan postingan dengan label #opinishofwankarim

PSU dalam Sketsa Untung Rugi

Gambar
Shofwan Karim-Singgalang-Komentar copy.jpeg Shofwan Karim di Depan Taipei Grand Mosque, Juni 20024 Shofwan Karim Singgalang PSU dalam Sketsa Untung Rugi Oleh Shofwan Karim Pada awalnya banyak spekulasi. Pasca Keputusan MK tentang PSU DPD RI 2024 di Sumbar. Kaget wa bil masgul tak menyangka. Seorang Irman Gusman lolos. Maka tuduhan berdatangan. Oleh karena kepentingan seseorang, PSU diadakan. Padahal alangkah baiknya dana yang 400 Milyar sumbangkan saja untuk pendidikan. Untuk orang miskin. Dan banyak yang lain. Bagi pengamat hukum dan politik tentu menggelikan spekulasi seperti itu. Dana APBN dapat bisa dialihkan begitu saja bila Irman rela tak ikut PSU. Seakan-akan seorang Irman bisa lari dari Keputusan MK untuk “menyumbangkan” dana itu kepada maksud lain. Mereka tak sadar, bahwa secara tak langsung akan ada tuntutan balik oleh MK kepada Irman kalau tak patuh ikut PSU. Keputusan PSU adalah tuntutan Irman dan itu dikabulkan. Tinggalkanlah huru-hara spekulasi. Yang penting sekarang PSU...

Media sebagai Jendela Dunia

Gambar
 

Bedah Buku Shofwan Karim: Islam Sebagai Dasar Negara Dan 68 Tahun Melukis di Atas Awan

Gambar
Bedah Buku Shofwan Karim: Islam Sebagai Dasar Negara Dan 68 Tahun Melukis di Atas Awan   Peluncuran Dua Buku Shofwan Karim Shofwan Karim dan Isteri Imnati di Saint Petersburg ( Saint Petersburg , [a]  formerly known as  Petrograd  (1914–1924) and later  Leningrad  (1924–1991; see  below ), is the  second-largest city  in  Russia  after  Moscow . Darii Wiki)

H. Kamardi Rais Dt. P Simulie: Mesin Ketik Tua

Gambar
Foto Dari Internet H. Kamardi Rais Dt. P Simulie: Mesin Ketik Tua Ujung 1970-an sampai akhir 1980-an saya sering menulis untuk Harian Semangat di Kota Padang. H. Kamardi Rais Datuak Panjang Simulie (1933-2008) adalah Pemimpin Redaksi Koran yang sebelumnya bernama Angkatan Bersenjata.  Pada tahun 1992 - 1997; 1997-1999  kami sama-sama duduk sebagai anggota DPRD Sumbar dari Golongan Karya. Pada dua periode beliau menjadi Ketua Komisi E dan saya adalah sekeretaris komisi ini.  Di samping itu saya Wakil Sekretaris Fraksi Golkar. Semua yang berhubungan dengan Agama,  Sosial, Pendididkan dan Kebudayaan serta Pariwisata menjadi uruaan Komisi ini. Mak Datuak (kami memanggilnya) juga pernah menjadi Ketua LKAAM Sumbar dan Ketua PWI Provinsi ini.  Menurut Wikipedia  ,  Kamardi merupakan putra Minangkabau asal   Aie Tabik ,   Payakumbuh . Ayahnya Rais Dt. Maudun adalah seorang   wali nagari   di kampungnya.  Setelah menyelesaikan pendidika...

Dua Buku Shofwan Dibedah Para Cendikiawan

Gambar
  Shofwan Karim (Internet-Google) Cover Buku karya Shofwan Karim bakaba.co |   Padang   | Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) meluncurkan dan membedah dua buku sekaligus secara virtual, 18 Desember 2020. Buku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Buya Dr. Drs. H. Shofwan Karim, BA, MA tersebut, berjudul “Islam sebagai Dasar Negara: Polemik antara Mohammad Natsir versus Soekarno” dan “68 Tahun Melukis di Atas Awan: Memoar Biografi Dr. Shofwan Karim”. Peluncuran dan bedah buku terbitan UMSB Press tersebut dihadiri dosen dan sivitas akademika UMSB serta warga Muhammadiyah Sumbar. Acara yang dibuka Rektor UMSB Dr. Riki Saputra MA itu menghadirkan beragam pembicara baik dari dalam maupun luar negeri. Bedah Buku karya Shofwan Karim Ketua DPD RI 2009-2016, Irman Gusman, SE, MBA yang diundang sebagai pembicara perdana mengungkapkan bahwa Shofwan Karim merupakan sahabat dekat yang sudah dikenalnya lebih dari 25 tahun. Terkait pandangannya terhadap polemik M. Natsir...

Tiga Capres, Kemana Hati Berlabuh?

Gambar
  Tiga Capres, Kemana Hati Berlabuh? Oleh: Shofwan Karim Rahmat Zikri Rabu, 26 April 2023 | 13:47 Bila   tidak ada aral melintang, cukup-hampir pasti, insya Allah ada 3 Capres untuk Pilpres RI Tahun 2024. Setelah Megawati mengumumkan calon PDIP menjadi Capres Jumat 21 April lalu, lengkaplah sudah. Mereka adalah (munurut abjad) Anies Baswedan-54 (Lahir di Kuningan, 7 Mei 1969), Ganjar Pranowo-55 (Lahir di Karanganyar, 28 Oktober 1968) dan Prabowo Subianto-72 (Lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951). Secara aturan, mereka sudah siap dan didukung penuh oleh partai atau partai-partai sesuai   presidential tress-hold. Ketiga mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Ketika ada yang berfkir kekurangan, maka di tulisan ini tidak dibahas. Mengapa? Karena pertimbangan memilih seyogyanya bukan pada kekurangan tetapi pada kelebihan. Meskipun secara manusiawi, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, apalagi sekaliber tokoh nasional Capres. Persoalannya selama ini, soal kelebihan ada ...