Shofwan Karim, Pembicara dalam Pertemuan MDNG se Dunia







YouTube:      Shofwan Karim pada Pertemuan se-Dunia MDNG  

Minggu, 3/12/2023 | 21:29 WIB

Redaksi

Perantau Minang se Dunia Kumpul di Padang Bahas Berbagai Isu Strategis

Langgam.id - Para perantau Minangkabau yang tergabung dalam Minang Diaspora Network Global (MDNG) menggelar pertemuan perantau se dunia di Sumatra Barat selama 10 hari, pada 3-13 Desember 2023.

Direktur Eksekutif MDNG Burmalis Ilyas mengatakan pertemuan ini dihadiri ratusan perantau dari 20 negara di Asia, Australia, Eropa, Amerika dan berbagai negara lainnya.

"Iven silaturrahmi perantau Minang di luar negeri maupun dalam negeri. Selain itu juga bersama-sama memberikan kontribusi untuk pembangunan Sumatra Barat," katanya, Minggu (3/12/2023).

Ia menuturkan pertemuan para perantau Minang ini akan diisi dengan seminar dan diskusi dengan membahas beberapa isu di antaranya pendidikan, pariwisata, adat, budaya serta investasi dan ketenagakerjaan.

"Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan sinkronisasi antara ranah (kampung) dan rantau. Salah satu upaya perantau untuk memberikan kontribusi bagi kampung halaman," katanya.

Ia mengatakan perantau Minang memiliki jumlah yang besar, bahkan lebih banyak dari jumlah penduduk Sumatra Barat yang sekitar 5,5 juta jiwa.

Di luar negeri saja, ada sekitar 2 juta perantau Minang yang tersebar di lebih 50 negara. Apalagi jumlah perantau yang berada di provinsi luar Sumbar, tentu lebih banyak lagi.

"Rata-rata mereka berhasil dalam pekerjaannya dan bisa survive di negara tempat mereka tinggal. Ini adalah potensi besar dari Ranah Minang yang harus dimanfaatkan," katanya.

Ia menyebut banyak ide dan pemikiran dari para perantau yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di luar negeri yang bisa dipetik untuk memajukan Sumatra Barat.

Dirwan Ahmad Darwis, Ketua Panitia Pertemuan Minang Diaspora dan Bundo Kanduang se Dunia ini mengatakan, pertemuan kali ini merupakan yang kedua kalinya. Yang pertama, di Melbourne, Australia pada 28 September - 2 Oktober 2018.

"Rencananya kita pertemuan dua tahun sekali, tetapi tertunda karena covid, baru sekarang bisa kita laksanakan lagi" ujar perantau yang menetap di Malaysia itu.

Ia menjelaskan pertemuan kali ini akan digelar secara marathon 3-13 Desember 2023 pada empat kota di Sumbar yaitu Padang, Bukittinggi, Batusangkar dan Payakumbuh.

"Pertemuan kali ini kita gabungkan dengan pertemuan Bundo Kanduang Luar Negeri (BKLN) yang rencananya di gelar di Batusangkar, Tanah Datar," katanya.

"Kita berharap pertemuan yang juga akan dihadiri oleh para kepala daerah di Sumbar ini bisa menghasilkan ide, gagasan yang bisa dieksekusi secara bersama-sama untuk kesejahhteraan masyarakat di Sumbar," katanya.

Beberapa diskusi yang dilakukan yakni, Menyigi masa depan pariwisata Sumbar dengan menghadirkan pembicara Andrinof Chaniago, Raseno Arya, Denny Abdi, Irwandi Jaswir, Dony Oskaria, Sari Lenggogeni, Zuhrizul Chaniago, Deni Endriani, Andri Warman, dan Erman Safar.

Kemudian diskusi membahas pewarisan nilai-nilai budaya ABS SBK dalam masyarakat Minangkabau ditinjau dari aspek bahasa ibu yang menghadirkan Tan Sri Dato Rais Yatim sebagai pembicata utama.

Diskusi ini juga menghadirkan pembicara Taufik Abdullah, Gusrizal Gazahar, Mas'oed Abidin, Fauzi Bahar, Puti Reno Raudha Thaib, Barlius, Gusti Asnan, Shofwan Karim, Novri Latief, Surya Suryadi, dan Afdhal Koto.

Juga diskusi soal membangun kebersamaan ranah dan rantau dengan pembicara Dato Sri Kamaruddin Bin Siaraf, Dutamardin Umar, Yusuf Rizal, Muhammad Abduh, Almunir Mukhtar, dan Edy Rahmat.

Kemudian, berbagai diskusi terkait investasi dan ketenagakerjaan dengan menghadirkan Afriansyah Noor, Nurhayati Subakat, Emma Yohana, Maizar Rahman, Masrizal Syarif, Yessy Yarisma, Suheimi, Firwan Tan, Emmy Jorgensen, Erita Lubeek, dan lainnya.

Juga diskusi meningkatkan mutu pendidikan dengan pembicara Iwan Syahril, Fasli Jalal, Jurnalis Uddin, Musliar Kasim, Yuliandri, Audy Joinaldy, Ganefri, dan pembicara lainnya.

Serta berbagai diskusi lainnya, yang digelar secara marathon di Padang, Bukittinggi, Batusangkar dan Payakumbuh. (*/Fs)

Komentar